Oh No

Jumat, 25 April 2014

Cara Menghitung bilangan Biner, Oktal, dan Heksadesimal

Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal dan Heksadesimal
Pada momen yang berbahagia ini, saya ingin coba menjabarkan tahap2 sederhana proses konversi bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal.
Bilangan desimal adalah bilangan yang menggunakan 10 angka mulai 0 sampai 9 berturut2. Setelah angka 9, maka angka berikutnya adalah 10, 11, 12 dan seterusnya. Bilangan desimal disebut juga bilangan berbasis 10. Contoh penulisan bilangan desimal : 1710. Ingat, desimal berbasis 10, maka angka 10-lah yang menjadi subscript pada penulisan bilangan desimal.
Bilangan biner adalah bilangan yang hanya menggunakan 2 angka, yaitu 0 dan 1. Bilangan biner juga disebut bilangan berbasis 2. Setiap bilangan pada bilangan biner disebut bit, dimana 1 byte = 8 bit.  Contoh penulisan : 1101112.
Bilangan oktal adalah bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 sampai 7. Contoh penulisan : 178.
Bilangan heksadesimal, atau bilangan heksa, atau bilangan basis 16, menggunakan 16  buah simbol, mulai dari 0 sampai 9, kemudian dilanjut dari A sampai F. Jadi, angka A sampai F merupakan simbol untuk 10 sampai 15. Contoh penulisan : C516.
Hmm.. Sepertinya prolognya sudah cukup. Lanjut ke proses kalkulasi… 8)
—————————————————————————————————————————————-
Saya langsung saja ambil sebuah contoh bilangan desimal yang akan dikonversi ke biner. Setelah itu, akan saya lakukan konversi masing2 bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal.
Misalkan bilangan desimal yang ingin saya konversi adalah 2510.
Maka langkah yang dilakukan adalah membagi tahap demi tahap angka 2510 tersebut dengan 2, seperti berikut :
25 : 2 = 12,5
Jawaban di atas memang benar, tapi bukan tahapan yang kita inginkan. Tahapan yang tepat untuk melakukan proses konversi ini sebagai berikut :
25 : 2 = 12 sisa 1.    —–> Sampai disini masih mengerti kan?
Langkah selanjutnya adalah membagi angka 12 tersebut dengan 2 lagi. Hasilnya sebagai berikut :
12 : 2 = 6 sisa 0.      —–> Ingat, selalu tulis sisanya.
Proses tersebut dilanjutkan sampai angka yang hendak dibagi adalah 0, sebagai berikut :
25 : 2 = 12 sisa 1.
12 : 2 = 6 sisa 0.
6 : 2 = 3 sisa 0.
3 : 2 = 1 sisa 1.
1 : 2 = 0 sisa 1.
0 : 2 = 0 sisa 0…. (end)
Nah, setelah didapat perhitungan tadi, pertanyaan berikutnya adalah, hasil konversinya yang mana? Ya, hasil konversinya adalah urutan seluruh sisa-sisa perhitungan telah diperoleh, dimulai dari bawah ke atas.
Maka hasilnya adalah 0110012. Angka 0 di awal tidak perlu ditulis, sehingga hasilnya menjadi 110012. Sip?
—————————————————————————————————————————————-
Lanjut…..sekarang saya akan menjelaskan konversi bilangan desimal ke oktal.
Proses konversinya mirip dengan proses konversi desimal ke biner, hanya saja kali ini pembaginya adalah 8. Misalkan angka yang ingin saya konversi adalah 3310. Maka :
33 : 8 = 4 sisa 1.
4 : 8 = 0 sisa 4.
0 : 8 = 0 sisa 0….(end)
Hasilnya? Coba tebak…418!!!
—————————————————————————————————————————————-
Sekarang tiba waktunya untuk mengajarkan proses konversi desimal ke heksadesimal
Seperti biasa, langsung saja ke contoh. Hehe…
Misalkan bilangan desimal yang ingin saya ubah adalah 24310. Untuk menghitung proses konversinya, caranya sama saja dengan proses konversi desimal ke biner, hanya saja kali ini angka pembaginya adalah 16. Maka :
243 : 16 = 15 sisa 3.
15 : 16 = 0 sisa F.      —-> ingat, 15 diganti jadi F..
0 :  16 = 0 sisa 0….(end)
Nah, maka hasil konversinya adalah F316. Mudah, bukan? 8)
—————————————————————————————————————————————-
Fiuh..Lanjut lagi…
Sekarang kita beralih ke konversi bilangan biner ke desimal. Proses konversi bilangan biner ke bilangan desimal adalah proses perkalian setiap bit pada bilangan biner dengan perpangkatan 2, dimana perpangkatan 2 tersebut berurut dari kanan ke kiri bit bernilai 20 sampai 2n.
Langsung saja saya ambil contoh bilangan yang merupakan hasil perhitungan di atas, yaitu 110012. Misalkan bilangan tersebut saya ubah posisinya mulai dari kanan ke kiri menjadi seperti ini.
1
0
0
1
1
Nah, saatnya mengalikan setiap bit dengan perpangkatan 2. Ingat, perpangkatan 2 tersebut berurut mulai dari 20 sampai 2n, untuk setiap bit mulai dari kanan ke kiri. Maka :
1     ——>    1 x 20 = 1
0     ——>    0 x 21 = 0
0     ——>    0 x 22 = 0
1     ——>    1 x 23 = 8
1     ——>    1 x 24 = 16 —> perhatikan nilai perpangkatan 2 nya semakin ke bawah semakin besar
Maka hasilnya adalah 1 + 0 + 0 + 8 + 16 = 2510.
Nah, bandingkan hasil ini dengan angka desimal yang saya ubah ke biner di awal tadi. Sama bukan?
—————————————————————————————————————————————-
Sudah ini, sudah itu, sekarang….nah, konversi bilangan biner ke oktal. hehe…siap?
Untuk merubah bilangan biner ke bilangan oktal, perlu diperhatikan bahwa setiap bilangan oktal mewakili 3 bit dari bilangan biner. Maka jika kita memiliki bilangan biner 1101112 yang ingin dikonversi ke bilangan oktal, langkah pertama yang kita lakukan adalah memilah-milah bilangan biner tersebut, setiap bagian 3 bit, mulai dari kanan ke kiri, sehingga menjadi seperti berikut :
110                 dan               111
Sengaja saya buat agak berjarak, supaya lebih mudah dimengerti. Nah, setelah dilakukan proses pemilah2an seperti ini, dilakukan proses konversi ke desimal terlebih dahulu secara terpisah. 110 dikonversi menjadi 6, dan 111 dikonversi menjadi 7. Hasilnya kemudian digabungkan, menjadi 678, yang merupakan bilangan oktal dari 1101112… 8)
“Tapi, itu kan kebetulan bilangan binernya pas 6 bit. Jadi dipilah2 3 pun masih pas. Gimana kalau bilangan binernya, contohnya, 5 bit?” Hehe…Gampang..Contohnya 110012. 5 bit kan? Sebenarnya pemilah2an itu dimulai dari kanan ke kiri. Jadi hasilnya 11 dan 001. Ini kan sebenarnya sudah bisa masing2 diubah ke dalam bentuk desimal. Tapi kalau mau menambah kenyamanan di mata, tambahin aja 1 angka 0 di depannya. Jadi 0110012. Tidak akan merubah hasil perhitungan kok. Tinggal dipilah2 seperti tadi. Okeh?
—————————————————————————————————————————————-
Selanjutnya adalah konversi bilangan biner ke heksadesimal.
Hmm…sebagai contoh, misalnya saya ingin ubah 111000102 ke bentuk heksadesimal. Proses konversinya juga tidak begitu rumit, hanya tinggal memilahkan bit2 tersebut menjadi kelompok2 4 bit. Pemilahan dimulai dari kanan ke kiri, sehingga hasilnya sbb :
1110            dan           0010
Nah, coba lihat bit2 tersebut. Konversilah bit2 tersebut ke desimal terlebih dahulu satu persatu, sehingga didapat :
1110 = 14    dan           0010 = 2
Nah, ingat kalau 14 itu dilambangkan apa di heksadesimal? Ya, 14 dilambangkan dengan E16.
Dengan demikian, hasil konversinya adalah E216.
Seperti tadi juga, gimana kalau bilangan binernya tidak berjumlah 8  bit? Contohnya 1101012? Yaa…Seperti tadi juga, tambahin aja 0 di depannya. Tidak akan memberi pengaruh apa2 kok ke hasilnya. Jadi setelah ditambah menjadi 001101012. Selanjutnya, sudah gampang kan?
—————————————————————————————————————————————-
Selanjutnya, konversi bilangan oktal ke desimal. Hal ini tidak terlalu sulit. Tinggal kalikan saja setiap bilangan dengan perpangkatan 8. Contoh, bilangan oktal yang akan dikonversi adalah 718. Maka susunannya saya buat menjadi demikian :
1
7
dan proses perkaliannya sbb :
1 x 80 = 1
7 x 81 = 56
Maka hasilnya adalah penjumlahan 1 + 56 = 5710.
—————————————————————————————————————————————-
Habis konversi oktal ke desimal, maka saat ini giliran oktal ke biner. Hehe..
Langsung ke contoh. Misalkan saya ingin mengubah bilangan oktal 578 ke biner. Maka langkah yang saya lakukan adalah melakukan proses konversi setiap bilangan tersebut masing2 ke 3 bit bilangan biner. Nah, angka 5 jika dikonversi ke biner menjadi….? 1012. Sip. Nah, 7, jika dikonversi ke biner menjadi…? 1112. Mantap. Maka hasilnya adalah 1011112. Jamin benar deh….
—————————————————————————————————————————————-
Hmm…berarti…sekarang giliran konversi oktal ke heksadesimal.
Untuk konversi oktal ke heksadesimal, kita akan membutuhkan perantara, yaitu bilangan biner. Maksudnya? Maksudnya adalah kita konversi dulu oktal ke biner, lalu konversikan nilai biner tersebut ke nilai heksadesimalnya. Nah, baik yang konversi oktal ke biner maupun biner ke heksadesimal kan udah dijelaskan. Coba buktikan, bahwa bilangan oktal 728 jika dikonversi ke heksadesimal menjadi 3A16. Bisa kan? Bisa dong…
—————————————————————————————————————————————-
Selanjutnya adalah konversi bilangan heksadesimal ke desimal.
Untuk proses konversi ini, caranya sama saja dengan proses konversi biner ke desimal, hanya saja kali ini perpangkatan yang digunakan adalah perpangkatan 16, bukan perpangkatan 2. Sebagai contoh, saya akan melakukan konversi bilangan heksa C816 ke bilangan desimal. Maka saya ubah dulu susunan bilangan heksa tersebut, mulai dari kanan ke kiri, sehingga menjadi sebagai berikut :
8
C
dan kemudian dilakukan proses perkalian dengan perpangkatan 16, sebagai berikut :
8 x 160 = 8
C x 161 = 192     ——> ingat, C16 merupakan lambang dari 1210
Maka diperolehlah hasil konversinya bernilai 8 + 192 = 20010.
—————————————————————————————————————————————-
Tutorial berikutnya, konversi dari heksadesimal ke biner.
Dalam proses konversi heksadesimal ke biner, setiap simbol dalam heksadesimal mewakili 4 bit dari biner. Misalnya saya ingin melakukan proses konversi bilangan heksa B716 ke bilangan biner. Maka setiap simbol di bilangan heksa tersebut saya konversi terpisah ke biner. Ingat, B16 merupakan simbol untuk angka desimal 1110. Nah, desimal 1110 jika dikonversi ke biner menjadi 10112, sedangkan desimal 710 jika dikonversi ke biner menjadi 01112. Maka bilangan binernya adalah 101101112, atau kalau dibuat ilustrasinya seperti berikut ini :
B                         7       —-> bentuk heksa
11                       7       —-> bentuk desimal
1011                0111  —-> bentuk biner
Hasilnya disatukan, sehingga menjadi 101101112. Understood?
—————————————————————————————————————————————-
Yang terakhir adalah konversi heksadesimal ke oktal.
Nah, sama seperti konversi oktal ke heksadesimal, kita membutuhkan bantuan bilangan biner. Lakukan terlebih dahulu konversi heksadesimal ke biner, lalu konversikan nilai biner tersebut ke oktal. Sebagai latihan, buktikan bahwa nilai heksadesimal E716 jika dikonversi ke oktal menjadi 3478. Hehe…Kamu bisa!!!

Selasa, 22 April 2014

Panduan Cara Membuat Sebuah Website Pribadi


Banyak orang merasa kewalahan dengan semua informasi di luar sana tentang memulai sebuah situs web, begitu banyak sehingga mereka membayar desainer web untuk membuat sebuah website untuk mereka. Jika Anda belum pernah membuat halaman web sebelumnya, mungkin membayar seorang desainer bisa menjadi pilihan, tapi lebih mudah jika membuat website Anda sendiri. Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa cara yang paling populer dan termudah untuk membuat sebuah website.

Site Builders

WYSIWYG adalah web authoring program yang dapat membuat website untuk Anda, mirip dengan membuat dokumen di Microsoft Word. Sedangkan standar de facto adalah Adobe Dreamweaver, Anda tidak perlu membayar jutaan rupiah untuk memulai. Ada alternatif gratis dan open source, seperti KompoZer Mozilla.
Kelebihan: gratis dan mudah untuk memulai, menguasai HTML tidak diperlukan.
Kekurangan: Mungkin membutuhkan waktu untuk mempelajari fitur-fitur canggih dari perangkat lunak (baik Dreamweaver atau KompoZer).

CMS (Content Management System)

Menggunakan CMS untuk website Anda adalah pilihan bagus jika Anda berniat untuk terus menambahkan konten, atau membutuhkan fitur-fitur canggih. CMS terbesar adalah WordPress (juga platform blogging), Joomla, dan Drupal. Pilihan yang paling populer di MerakHost adalah WordPress, dan dapat diinstal dengan hanya satu klik melalui fitur QuickInstall dan Fantastico di MerakHost. WordPress sangat mudah digunakan, dan ada banyak tema WordPress gratis dan plugin diluar sana untuk membangun hampir semua jenis website.
Kelebihan: Sangat bisa disesuaikan, mudah untuk menginstal dan memulai. Mudah untuk menambahkan konten baru dan update halaman. Menjaga hal-hal yang terorganisir.
Kekurangan: mungkin diperlukan mengedit kode PHP / HTML / CSS. Dalam kebanyakan kasus hal ini tidak menjadi masalah.

Dari Awal (HTML / CSS / PHP)

Membuat website dari awal bisa dipilih untuk menjadi satu-satunya cara untuk melakukannya. Sekarang kita memiliki banyak alat dan script untuk membantu kita. Jika Anda tipe orang yang suka mengerjakan sendiri, opsi ini mungkin menarik bagi Anda. Untuk memulai dengan cara ini, W3Schools memiliki beberapa panduan yang baik dan informasi lebih lanjut yang meliputi: HTML, CSS, dan PHP.
Kelebihan: Kontrol penuh atas tampilan dan nuansa halaman web Anda.
Kekurangan: Membutuhkan waktu untuk belajar.

Ringkasan dan Kesimpulan

Sebagian besar klien MerakHost menggunakan WordPress untuk situs Web mereka. Setelah Anda menginstal WordPress, Anda mungkin akan ingin menginstal tema yang Anda sukai, dan menambahkan plugin yang Anda butuhkan. Hal ini tidak memerlukan pengetahuan tinggi, mudah untuk menginstal, dan saat Anda belajar Anda dapat mengoprek lebih jauh. Dengan metode apapun yang Anda pilih untuk membuat sebuah website, mungkin ide yang baik untuk belajar sedikit HTML dan CSS dengan membaca panduan online, meskipun dengan WordPress hal itu tidak diperlukan.

Narasumber:
http://www.merakhost.com/blog/panduan-cara-membuat-sebuah-website-pribadi.php

Selasa, 28 Januari 2014

HARDWARE KEYLOGGER.

Bagi teman-teman yang sering ke Warnet, coba anda periksa di belakang PC bila ada COLOKAN HITAM, Saya sarankan jangan Online di Warnet tersebut !!! Karena itu memang sengaja dipasang oleh pihak Warnet dengan tujuan untuk merekam / mengkopi data-data anda yang ada diantaranya, password e-mail, facebook, internet banking atau data-data penting lainnya. Alat ini disebut HARDWARE KEYLOGGER.

Minggu, 26 Januari 2014

5 Hal yang Mempercepat Loading Website Anda

Hai Kawan salam hangat , kali ini saya akan memberi Tips Agar Website atau Project anda tidak Memperlabmat koneksi Internet dan Kecepatan Komputer.

1. Gambar/Foto
Gambar/foto yang kita gunakan dalam web memiliki beberapa jenis format, biasa format yang digunakan adalah JPEG, PNG, GIF. Berikut kelebihan serta kekurangan jenis format yang kita gunakan :

▪ JPEG
 + : Dapat di kompres sampai skala terkecil dengan size beragam
 -  : Tidak dapat dibuat transparent / tanpa background, merupakan image solid

▪ PNG
+ : Resolusi bagus untuk web dan dapat dijadikan transparent
-  : Mempunyai size yang cukup besar untuk waktu upload

▪ GIF
+ : Merupakan image format yang paling ringan diantara JPEG & PNG
- : Resolusi kurang bagus, namuncocok digunakan untuk image pendukung (icon)

Sesuaikan resolusi gambar dengan skala yang sama pada website anda, agar hasil load tidak berat / lama.

2.Plugin
Dalam menggunakan plugin (search bar,slideshow,drop menu dll), sebaiknya digunakan seperlunya. karena plugin yang bersifat animasi mempunyai coding javascript, dan javascript tersebut memakan bandwidth yang cukup berat untuk di load.

3.Format Template
Dalam template website, kita pernah mendengar HTML5, dimana plugin dari HTML5 tidak banyak memerlukan javascript, Anda bisa mencobanya.dan juga perbanyak template coding dengan CSS (Cascading Style Sheet), serta image di cutting dan repeat melalui CSS.

4.Flash
Kita semua tahu bahwa jenis format satu ini memakan waktu upload yang cukup besar karena adanya animasi, untuk mengakalinya, sebaiknya disaat membuat file flash,gunakan image berbentuk gif, agar resolusi tidak terlalu besar serta gunakan timeframe animasi secukupnya (size tidak diatas 1MB).

5.Hosting
Akhir kata dari pembahasan ini, gunakan hosting dengan bandwidth dan kapastitas yang besar dan pastikan company hosting yang anda beli mempunyai layanan yang terpercaya, semakin anda membeli hosting ukuran besar semakin cepat loading web anda.